Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta Menjadi Narasumber FGD Pengembangan Magister Terapan Rekayasa Perancangan Manufaktur di Politeknik Manufaktur Bandung
JAKARTA, 5 Mei 2026 – Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penyelarasan Kebutuhan Industri dalam Pengembangan Program Studi Magister Terapan Rekayasa Perancangan Manufaktur”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (5/5) di Ruang Seminar Rupantama ini menjadi langkah strategis institusi dalam memastikan kurikulum pascasarjana tetap relevan dengan tuntutan industri manufaktur masa kini.
Acara ini menghadirkan narasumber, Prof. Ir. Anwar Ilmar Ramadhan, Ph.D., IPM, pakar dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya integrasi antara riset terapan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, lulusan magister terapan harus memiliki kemampuan analisis yang kuat untuk memecahkan masalah kompleks di lini produksi dan perancangan manufaktur.
Selain Prof. Anwar, FGD ini juga mempertemukan pandangan dari berbagai pemangku kepentingan industri dan lembaga riset nasional, antara lain:
- Angga Purwayana Adhi Negara, S.T., MBA., CRP., PMP. (PT Dirgantara Indonesia)
- Dody Andriyana (PT Pindad)
- Dr. Dyah Kusuma Dewi, S.T., M.T. (BRIN)
- Mochamad Cecep Adi Putra, S.T., IPM., ASEAN Eng. (PT Len Railway Systems)
- R. Rida Sakra Muhamad, S.T. (PT Rastekindo Cipta Global)
- Fauzul Nugraha, S.S.T. (PT Chroma International Engineering)
Diskusi yang dipandu oleh Dr. Kurniawan, M.T. selaku moderator ini fokus pada pemetaan kompetensi lulusan, mulai dari penguasaan teknologi digital manufaktur hingga aspek manajemen proyek engineering. Kehadiran para praktisi dari perusahaan besar seperti PT DI, Pindad, dan Len Railway Systems memberikan wawasan langsung mengenai standar teknis dan inovasi yang dibutuhkan industri pertahanan dan transportasi nasional.
"Melalui kolaborasi ini, Polman Bandung berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu mengakselerasi kemandirian teknologi manufaktur di Indonesia," ungkap pihak penyelenggara.
Hasil dari FGD ini akan dijadikan dasar dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi Magister Terapan Rekayasa Perancangan Manufaktur agar lebih aplikatif dan memberikan dampak langsung bagi kemajuan industri nasional.